Heboh Susu Formula Tercemar
February 26, 2008
Berasarkan Laporan hasil Penelitian Tim dari Institut Pertanian Bogor yang salah satunya adalah Dr. Sri Estuningsih, sebagian makanan dan susu formula untuk bayi yang beredar di Indonesia ternyata mengandung bakteri Enterobacter sakazakii. Namun badan terkait dan pemerintah belum merespon laporan ini.
<dari Koran Tempo>
Malah Menteri Kesehatan mempertanyakan motif dibalik penelitian ini. *heran* Dia menduga penelitian ini dilatarbelakangi kepentingan bisnis. Sebab, menurut dia penelitian dilakukan jika ada kejadian yang dicurigai, misalnya tiba-tiba banyak bayi mencret karena suatu bakteri.
“Tapi, jika tidak ada, perlu dicurigai”, ujarnya.
Sebagai suatu lembaga pendidikan, wajar seandainya tim dari IPB melakukan penelitian apapun, bukannya berterima kasih malah dicurigai. Mungkin ini salah satu gambaran Indonesia yang kurang menghargai seorang peneliti. Gimana negara ini bisa maju kalau tidak menghargai hasil penelitian.. Mudah-mudahan kedepannya ga seperti ini…

February 27, 2008 at 10:08 am
belum ada yg komen
February 28, 2008 at 1:57 pm
bener mas….
menkes kita sekarang ini g bisa di bilang dokter ….dan membawahi suatu Departemen …
bisa di bilang Bu Menteri kita ini tipekel org yg temperamen …
dan diliat dr cara berbicara bisa di bilang spt org yg tdk pernah mengenyam pendidikan dan tata krama ….
wah wah wah …
gawat
February 28, 2008 at 5:09 pm
dibantu deh
March 3, 2008 at 7:13 am
Tampakya menteri kesehatan sekarang ini tidak bisa bertindak sebagaimana mestinya.
Sudah berapa lama kasus ini terkatung2 statusnya tanpa ada penjelasan resmi dari pemerintah. Tidur semua atau pada enak2 makan gaji buta dari uang negara?
Seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meneliti kebenaran dari kasus ini? Satu hari? Tiga hari? Tiga minggu? Satu tahun? Ada yang tahu atau mencoba memberitahu?
Pendapat saya sih kalau kasus ini dapat dianggap sebagai bencana nasional karena menyangkut tentang keselamatan calon penerus generasi bangsa negara kita ini. Bukan karena mentang2 saya punya anak bayi dibawah satu tahun, tapi lebih merupakan keprihatinan saya terhadap lambannya kinerja lembaga pemerintah dalam menanggapi kasus ini. Payah…!
Mudah2an kasus ini segera dapat dituntaskan, dan jika dapat dibuktikan kebenarannya saya harap pihak2 yang terkait di dalam tetap beredarnya susu formula ini termasuk menteri kesehatan-nya sekalian bisa bertanggung jawab atas usaha “MERACUNI CALON PENERUS GENERASI BANGSA”.
Saya hanya dapat berdoa semoga susu formula yang saya berikan kepada anak saya tidak tecemar bakteri sakazakii ini, mungkin sama halnya dengan para orang tua yang juga mempunyai anak balita. Dan mudah2an kasus ini tidak benar adanya.
March 4, 2008 at 12:00 pm
menkes kita ndak sopa
seharusnya tuk memberi asumsi searusnya dkaji lebih mendalam telebih dahulu masalahnya. IPB merupakan universitas yg menghasilkan peneliti2yg handal dan selalu memberi terobosan baru.
Tapi apa yg sudah dilakukan menkes kita?
March 5, 2008 at 11:24 am
komen….
March 6, 2008 at 9:55 pm
“Mungkin ini salah satu gambaran Indonesia yang kurang menghargai seorang peneliti. Gimana negara ini bisa maju kalau tidak menghargai hasil penelitian”
SETUJU!!!
March 21, 2008 at 6:22 pm
kalau penelitian masih diragukan, Indonesia gak akan pernah maju…gak ada yang menghargai usaha orang laen.